Kacamata ungu yang kukenakan nampaknya sangat cocok bertengger di hidungku yang kecil ini. Parasku tidak begitu menarik. Apa sih istimewanya gadis pendek dengan pipi tembam yang hampir melahap habis hidung mungilnya? Tidak ada. Sebagai siswa baru salah satu SMA terfavorit di kotaku yang tentram ini, aku cenderung tipikal cewek cupu ehm... apa sih istilahnya? Nerd? Freak?
Rambut potongan papak, poni miring, dan berkecamata, sungguh jauh dari kata "modis". Aku cukup bersyukur dengan selesainya penyiksaan yang telah kujalani hampir genap 3 tahun. Dimana kawat besi menempel didalam rongga mulutku. Menarik kuat gigiku yang rasanya rahangku pun ikut tertarik. Ugh... Aku benci bila harus mengingat-ingat bagaimana rasanya sering sariawan akibat itu.
Oh ya, kacamata ungu yang kukenakan sekarang belum lama kumiliki. Hanya berselang seminggu setelah masa orientasi siswa yang kulalui. Aku tampak lebih percaya diri dengan kacamata baruku ini. Menurutku, kacamata ini membuat wajahku lebih menarik.
"Ungu... ungu... Berikan aku pesonamu.. Bawakan aku keajaibanmu..."
Kata-kata itu kuucapkan didepan cermin sebelum kuberangkat sekolah. Sssstttt..... Ini rahasiaku agar lebih percaya diri dengan menyugesti diri sendiri. Aku percaya dengan begitu keajaiban akan terjadi padaku dengan berbagai cara.
Btw, karenanya aku jadi makin menyukai warna ungu. Aku memandang warna ungu sebagai warna yang anggun, bermartabat, dan elok. Tapi, ungu tetap tidak bisa mengalahkan warna merah sebagai warna favoritku. Merah melambangkan gairah dan semangat yang selalu berkorbar.
Aku ingin menceritakan tentang keajaiban yang dibawa kacamata ungu ini padaku. Kacamata ungu ini mendekatkanku pada sosok lelaki yang berbeda kepribadian denganku. Walaupun awalnya kucoba untuk mengabaikannya karena ada desas-desus rumor tidak enak tentang dirinya, aku pun kalah. Tak bisa kupungkiri bahwa dirinya memang terlalu menarik untuk diabaikan. Entah itu karena bakatnya sebagai sosok cassanova atau diriku yang terlalu lemah atas manisnya ucapan yang sering terlontar dari bibirnya.
Kacamata ungu ini yang memberikanku beberapa kisah menarik dalam kehidupan asmaraku. Kisah-kisah manis berkedok kopi hitam yang pahit. Dari sini awal ceritaku.. Dimulai dari kacamata unguku...
0 comments:
Post a Comment